BATC 2026: Giliran Richie Duta Jadi Hero Indonesia Kalahkan Thailand

BATC 2026: Giliran Richie Duta Jadi Hero Indonesia Kalahkan Thailand

Richie Duta Richardo sukses mengendalikan lawan-dok: PBSI-

JAKARTA, Sportszone.id - Tim bulu tangkis putra Indonesia sukses melaju ke semifinal Badminton Asian Team Championship atau BATC 2026 yang berlangsung di Qingdao. Kepastian itu didapatkan usai mengalahkan Thailand 3-2. 

Kemenangan diraih dengan susah patah dan lagi lagi ditentukan di game kelima. Setelah Anthony Ginting kini giliran Richie Duta Richardo yang jadi hero atau pahlawannya. 

Perjuangan Indonesia dimulai dari Zaki Ubaidillah. Uber membuat skor unggul 1-0 usai mengalahkan vs Panitchapon Teeraratsakul 21-13, 22-20.

Meski begitu, Indonesia gagal melakukan saat Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana kalah dari Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-14, 15-21, 17-21.

BACA JUGA:Kalender Resmi PP Pordasi, Resmi dibuka dengan Total Entry Capai 1300

Tunggal putra kedua, Prahdiska Bagas Shujiw membuat skor kembali unggul 2-1. Mereka sukses mengalahkan Puritat Arree 21-7, 17-21, 21-18.

Saat di atas angin, Indonesia kembali kunci kemenangan Thailand kembali membuat skor 2-2 saat Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalahdari Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga 18-21, 19-21.

Sang Penentu

Momen menegangkan harus dijalani Tunggal putra ketiga, Richie Duta Richardo. Untunglah dia bisa mengalahkan Tanawat Yimjit 21-5, 21-17.

"Pertama pas start-nya tegang karena saya belum pernah ketemu dengan lawan dan diturunkan pas penentu di babak knockout ini. Ada beban juga tapi dari pelatih, A Ginting dan senior-senior yang lain bilang untuk all out yang penting dan main terbaik, sebaik yang saya bisa, " ujar Richie seperti dikutip dari rilis PBSI. 

BACA JUGA:Setelah Tes MotoGP Sepang, Marc Marquez Sebut Ada 3 Rival yang Lebih Cepat

"Ketegangan itu bisa saya redam karena sudah pernah main beregu, sudah tahu resikonya jadi tunggal ketiga. Dari awal sudah ada pemikiran kalau nanti main pasti penentuan, jadi sudah siap dari pikiran dan mentalnya."

Dia menilai lawan terlalu bernafsu untuk mengalahkan dia sehingga banyak melakukan serangan Tapi ini juga yang jadi blunder. 

"Lawan dari awal tidak mau kalah, pengen mencari serangan juga buat matikan saya tapi saya bisa mendahului depannya dan dia banyak buang poin. Lega rasanya dan bangga bisa bawa tim ini ke semifinal, menambah kepercayaan diri saya juga.