BATC 2026: Komentar Anthony Ginting Usai Jadi Penentu Kemenangan Indonesia vs Malaysia

BATC 2026: Komentar Anthony Ginting Usai Jadi Penentu Kemenangan Indonesia vs Malaysia

Anthony Ginting jadi penentu kemenangan Indonesia di kejuaraan bulu tangkis beregu Asia BATC 2026-dok: PBSI-

JAKARTA, Sportszone.id - Tim bulu tangkis Indonesia berhasil merebut kemenangan melawan Malaysia. Pada matchday 2 grup D, Indonesia kalahkan Malaysia 3-2.

Indonesia tertinggal dulu dari Malaysia. Skor 0-1 terjadi usai Moh Zaki Ubaidillah kalah dari Justin Hoh dengan16-21, 19-21.

Indonesia tertinggal 0-2 saat Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana juga kalah dari Junaidi Arif/Roy King Yap 13-21, 21-12, 13-21.

Kondisi tertinggal membuat Indonesia tersengat. Ini dimulai dengan kemenangan Prahdiska Bagas Shujiwo atas Eogene Ewe 21-12, 14-21, 21-15, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin atas Chong Hon Jian/Haikal Muhammad 16-21, 21-11, 21-19 dan sang penentu Anthony Sinisuka Ginting atas Kong Wei Xiang 21-17, 13-21, 21-16.

BACA JUGA:Comeback Ester Tri Wardoyo Ditunggu di BATC 2026

Ginting yang jadi kapten Indonesia jelas lega bisa menjadi penentu kemenangan. Apalagi, dia terhindar dari cedera. 

"Pertama-tama mengucap syukur. Puji Tuhan bisa menyelesaikan match tanpa cedera. Seluruh tim juga bermain dengan baik hari ini. Memang laga ketat 3-2 lawan Malaysia.

Tadi penentu di tunggal putra terakhir, Puji Tuhan bisa mengamankan posisi sebagai juara grup, " kata Ginting. 

"Karena tampil di partai terakhir, partai penentuan jadi pasti saya maupun lawan sama-sama mengalami tekanan yang sama.

BACA JUGA:Ngeriiii, Persib Tambah Ketajaman Lini Depan dengan Hadirkan Sergio Castel

"Setelah unggul di gim pertama, saya terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus lawan juga kan sudah punya strategi yang baru. Saat ngadu di situ kurang telaten sedikit."

Ginting mengubah strategi main di game ketiga. 

" Gim ketiga coba buat ubah lagi cara mainnya dan bisa berhasil. Kalau dari secara keseluruhan ranking kan saya memang jadi tunggal ketiga di sini, lalu nanti tidak tahu siapa yang akan dipilih ke Piala Thomas tapi semua pasti sama menjadikan ajang ini sebagai simulasi jelang ke sana, " ujarnya. 

"Jadi tunggal pertama atau ketiga secara tekanan sama tapi ada beda sedikit untuk pola pikirnya. Kalau pertama kan sebagai pembuka jalan, kalau tunggal ketiga bisa jadi laga penentu. "