Dua Pelatih Jadi Korban Keganasan Pekan ke -26 Liga Inggris
Sean Dyche dipecat Nottingham Forest-X-
JAKARTA, Sportszone.id - Liga Inggris tak mengenal sabar dengan pelatih. Seperti terjadi di pekan ke 26 Liga Inggris, dua pelatih jadi korban pemecatan karena hasil tak maksimal.
Nottingham Forest memecat pelatih Sean Dyche pada hari Rabu, setelah timnya bermain imbang 0-0 dengan klub terbawah Liga Premier, Wolves, demikian rilis resmi klub.
Dyche adalah pelatih ketiga Forest musim ini, setelah Nuno Espirito Santo, yang memulai musim sebagai manajer, dan kemudian penggantinya Ange Postecoglou dipecat di awal musim Liga Premier.
Forest berada di posisi ke-17 di Liga Premier, tiga poin di atas zona degradasi, setelah bermain imbang dengan Wolves.
BACA JUGA:Event Berkuda Menumpuk, Eddy Saddak Siapkan Kegiatan Setiap Bulannya
Pernyataan Forest mengatakan: "Nottingham Forest Football Club dapat mengkonfirmasi bahwa Sean Dyche telah diberhentikan dari tugasnya sebagai pelatih kepala.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Sean dan stafnya atas upaya mereka selama berada di klub dan kami berharap mereka sukses di masa depan."
"Kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini."
Dyche Pasrah
Pemilik Forest, Evangelos Marinakis, yang pernah berselisih secara terbuka dengan Espirito Santo sebelum kepergiannya, hadir di tribun pada hari Rabu, dan setelah pertandingan Dyche tampak pasrah dengan nasibnya setelah serangkaian hasil buruk.
BACA JUGA:BWF Perkenalkan Format Baru Turnamen Bulu Tangkis Dunia
"Pemilik telah bersikap adil kepada saya, tanpa keraguan sedikit pun," kata Dyche seperti dikutip sportszone dari ESPN. "Jika ada yang memilih untuk melakukan perubahan dalam sepak bola sekarang, itu adalah keputusan mereka. Kita semua telah melihatnya.
"Orang-orang dapat menuntut perubahan, dan kemudian selalu tergantung apakah mereka berubah atau tidak. Saya hanya bekerja sangat keras. Saya peduli dengan klub ini. Saya telah menjelaskannya. Saya bekerja sangat keras.
"Jika pemilik ingin melakukan perubahan, maka itu terserah padanya, dan begitulah sepak bola sekarang, itulah kenyataannya."