Setelah Vakum Demi Kesehatan Mental, Alysa Liu Juara Olimpiade
Atlet seluncur indah Amerika Serikat, Alysa Liu-Sportszone.id-CNN
JAKARTA, Sportszone.id - Keberhasilan atlet seluncur indah Amerika Serikat, Alysa Liu, meraih medali emas menjadi sorotan dalam ajang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesehatan mental dalam perjalanan karier seorang atlet profesional.
Tim Amerika Serikat berhasil mengumpulkan puluhan medali dalam berbagai cabang olahraga dalam Olimpiade tersebut, termasuk dua medali emas yang diraih Liu, salah satunya dari nomor tunggal putri melalui penampilan yang dinilai gemilang musim ini.
Seperti dilansir dari Eating Well yang dibaca Sportszone.id, Minggu, 22 Februari 2026, prestasi tersebut menjadi kontras dengan penampilannya pada Olimpiade Musim Dingin sebelumnya pada 2022. Saat itu, Liu yang masih berusia 16 tahun hanya mampu menempati posisi keenam pada nomor yang sama.
BACA JUGA:Maarten Paes Berpeluang debut di Ajax Lawan NEC Nijmegen .
Tidak lama setelah kompetisi tersebut, ia mengumumkan pensiun dari olahraga seluncur indah karena kehilangan motivasi.
Namun, keputusan untuk berhenti sementara justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Dalam wawancara setelah meraih emas, Liu mengungkapkan, masa jeda tersebut sangat membantu pemulihan kesehatan mental sekaligus meningkatkan performa atletiknya.
Dia menilai jeda dari rutinitas kompetitif memberi perspektif baru dalam kehidupan. Menurut dia, tidak hanya atlet, setiap orang yang menjalani rutinitas berulang juga membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak demi menjaga keseimbangan mental.
Keberhasilan Liu pada usia 20 tahun menunjukkan kesehatan fisik dan mental memiliki keterkaitan erat dalam mencapai performa optimal. Selain latihan dan nutrisi yang tepat, pengelolaan stres serta kesejahteraan emosional menjadi faktor penting dalam keberhasilan jangka panjang.
BACA JUGA:Molten Jadi Bola Resmi di Event DPP PERBASI Hingga 2029
Perjalanan Liu dari pensiun dini hingga kembali sebagai juara Olimpiade menjadi contoh nyata bahwa menjaga kesehatan mental bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari strategi untuk mencapai prestasi terbaik.
Kisahnya juga memperkuat pesan bahwa keseimbangan hidup dapat membantu seseorang kembali lebih kuat, baik dalam dunia olahraga maupun kehidupan sehari-hari.