PBSI Bahas Kerja Sama Jangka Panjang dengan Asosiasi Bulutangkis Jepang
Fajar/Fikri jumpa junior Ramond/ Nikolaus di perempat final Indonesia Masters 2026-dok: PBSI-
JAKARTA, Sportszone.id - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia/PBSI) menggelar pertemuan resmi dengan Presiden Asosiasi Bulutangkis Jepang, Mitsuru Murai, yang berlangsung di Senayan, Jakarta, pada Selasa 21 Januari 2026 lalu, bertepatan dengan penyelenggaraan turnamen bergengsi Indonesia Masters 2026.
Pertemuan ini menjadi bagian penting dari rangkaian agenda diplomasi olahraga PBSI sekaligus momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam pengembangan bulu tangkis di tingkat regional dan global.
Ketua Umum PBSI, M. Fadil Imran memberi apresiasi atas kehadiran Presiden Asosiasi Bulutangkis Jepang beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa Indonesia Masters 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi pertandingan bulutangkis kelas dunia, tetapi juga merepresentasikan persahabatan, rasa saling menghormati, serta nilai-nilai sportivitas yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Jepang.
“Turnamen ini merupakan perayaan bulutangkis dunia sekaligus refleksi dari hubungan erat dan saling menghargai antara Indonesia dan Jepang. Kedua negara memiliki sejarah panjang serta kontribusi besar dalam membentuk wajah bulutangkis Asia dan dunia,” ujar Fadil Imran.
BACA JUGA:Persija Jakarta vs Madura United: Menang 2-0, Macan Kemayoran Kembali ke Trek Menang
Bukan Sekadar Pesaing
Lebih lanjut, Fadil Imran menegaskan, Indonesia memandang Jepang tidak semata sebagai pesaing kuat di arena pertandingan, melainkan sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan nilai dalam profesionalisme, disiplin, tata kelola organisasi, serta sistem pembinaan dan pengembangan atlet.
Dalam kesempatan tersebut, PBSI menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas Memorandum of Understanding (MoU) yang telah diajukan oleh Asosiasi Bulutangkis Jepang dan secara resmi diterima oleh PBSI pada 1 Desember 2025.
Inisiatif ini disambut secara positif sebagai wujud nyata komitmen kedua asosiasi untuk membangun kerja sama yang lebih mendalam, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.
PBSI melihat potensi kerja sama yang signifikan di berbagai bidang strategis. Di antaranya adalah pengembangan program pelatihan dan pembinaan atlet bersama, termasuk pertukaran keahlian olahraga serta metodologi kepelatihan.
BACA JUGA:Lolos Semifinal Alwi Farhan Jaga Asa Tunggal Putra Juara Indonesia Open 2026
Selain itu, kerja sama juga diharapkan mencakup pertukaran pengetahuan dalam sistem pembinaan berprestasi tinggi, pengembangan atlet usia muda, serta manajemen kompetisi.
Tidak hanya di aspek teknis, PBSI juga membuka peluang kolaborasi di sektor bisnis dan komersial, termasuk penyelenggaraan event bersama, aktivasi sponsor lintas negara, serta pengembangan industri yang berkaitan dengan bulutangkis. Kerja sama ini diyakini dapat memberikan manfaat bersama bagi kedua asosiasi sekaligus berkontribusi pada kemajuan bulutangkis di kawasan Asia.
Permudah Visa