Tetap Bangga, Indonesia Gagal Juara Piala Asia Futsal 2026 karena Kalah Adu Penalti

Tetap Bangga, Indonesia Gagal Juara Piala Asia Futsal 2026 karena Kalah Adu Penalti

Timnas Futsal Indonesia pantas tegakkan kepala meski jadi runner-up di Piala Asia Futsal 2026-X-

Iran berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit 18 melalui tembakan Mahdi Karimi setelah sebelumnya memanfaatkan skema tendangan bebas.

BACA JUGA:Kalender Resmi PP Pordasi, Resmi dibuka dengan Total Entry Capai 1300

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Iran langsung menggempur lini pertahanan Indonesia dan mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Saeid Ahmad Abbasi sehingga skor berubah menjadi 3-3 pada menit 23.

Hanya berselang satu menit, Indonesia kembali berhasil unggul pada menit 24 lewat tembakan Samuel Eko sehingga skor berubah menjadi 4-3.

Setelah kembali tertinggal, Iran beberapa kali melancarkan serangan berbahaya, akan tetapi penampilan gemilang Habiebie dapat mematahkan peluang tersebut.

Iran kembali memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui tembakan Mohammad Hossein Derakhshani yang masih membentur mistar gawang Indonesia.

BACA JUGA:BATC 2026: Komentar Anthony Ginting Usai Jadi Penentu Kemenangan Indonesia vs Malaysia

Selanjutnya Iran menerapkan power play ketika laga menyisakan kurang lebih empat menit dan mampu menyamakan kedudukan pada menit 37 melalui Mahdi Karimi sehingga skor kembali sama kuat 4-4.

Skor imbang 4-4 bertahan hingga waktu normal usai sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada babak tambahan pertama, Iran lebih sering memberikan ancaman ke lini pertahanan Indonesia, namun skor sama kuat 4-4 tetap bertahan.

Memasuki babak tambahan kedua, Indonesia berhasil kembali unggul pada menit 49 melalui gol ketiga Israr Megantara sehingga skor berubah menjadi 5-4.

BACA JUGA:Ngeriiii, Persib Tambah Ketajaman Lini Depan dengan Hadirkan Sergio Castel

Iran berhasil menyamakan kedudukan kembali pada menit 49 melalui tembakan keras Salar Aghapour yang membobol gawang Indonesia sehingga skor berubah sama kuat 5-5.

Skor imbang 5-5 bertahan pada babak tambahan sehingga pemenangan partai final ini harus ditentukan oleh adu tendangan penalti.