Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Kans Pemain Timnas Indonesia Main dengan Gaya Berbeda

Selasa 24-02-2026,00:39 WIB
Reporter : Defri Saefullah
Editor : Defri Saefullah

JAKARTA,Sportszone.id - FIFA telah secara resmi meluncurkan jadwal untuk perhelatan FIFA Series 2026, dengan Jakarta ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah pada tanggal 27 dan 30 Maret mendatang. 

Momen ini disambut optimisme Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang melihatnya sebagai panggung ideal untuk menguji kekuatan baru Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman.

Turnamen yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini tidak hanya akan menampilkan Skuad Garuda, tetapi juga tiga negara dari konfederasi yang berbeda: Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan St. Kitts and Nevis (CONCACAF). 

Kehadiran tim-tim dengan latar belakang sepak bola yang beragam ini dipandang Erick Thohir sebagai kesempatan emas.

BACA JUGA:Persib vs Persita: Gol Andrew Jung Bawa Maung Kokoh di Puncak

"Ajang ini tak hanya menjadi uji coba yang baik bagi pelatih baru, John Herdman, tapi juga kesempatan bagi para pemain Timnas untuk menjajal kemampuan dan gaya bermain berbeda dari konfederasi berbeda," ujar Erick Thohir di Jakarta, Senin (23/2/2026). 

Ia menambahkan bahwa FIFA Series adalah ajang yang sangat tepat untuk uji coba karena Timnas akan langsung dihadapkan pada dua gaya permainan yang kontras.

Pertandingan pertama Indonesia pada 27 Maret 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya. Skuad Garuda dijadwalkan melawan St. Kitts and Nevis, salah satu negara dari konfederasi CONCACAF. 

Erick Thohir menyoroti karakteristik unik lawan perdana ini. "Di pertandingan pertama, Indonesia akan melawan St. Kitts and Nevis (CONCACAF), yang merupakan bekas koloni Inggris. Gaya main mereka banyak mengadopsi British football style, dan juga mengandalkan counter attack," jelas Erick. 

BACA JUGA:Begini Cara Hansi Flick Kembalikan Performa Terbaik Barcelona Jelang vs Levante

Fondasi Era Baru

Ini akan menjadi tantangan taktis perdana bagi John Herdman untuk meracik strategi yang mampu meredam kecepatan dan efisiensi permainan lawan.

Jika berhasil melewati hadangan pertama, tantangan berikutnya tidak kalah berat. Pemenang dari laga ini akan berhadapan dengan pemenang dari duel antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon. Kedua tim ini menawarkan gaya bermain yang sangat berbeda, memberikan Skuad Garuda pengalaman berharga. 

Mulai dari Kepulauan Solomon yang terkenal dengan pemain-pemain teknis dan skillful berkat pengaruh kuat futsal dan sepak bola jalanan. Di sisi lain, Bulgaria merepresentasikan kekuatan sepak bola Eropa Timur yang pragmatis, sangat disiplin dalam bertahan, dan berbahaya saat memanfaatkan momen individu.

Pada akhirnya, Erick Thohir berharap turnamen ini menjadi fondasi penting bagi era baru Timnas Indonesia. Dengan pelatih baru dan tantangan dari tiga benua yang berbeda, FIFA Series 2026 diharapkan dapat menjadi katalisator untuk membangun kembali kekuatan Skuad Garuda di panggung internasional. 

Kategori :

Terkini