"Tapi jeda dari World Tour Finals kemarin tidak terlalu jauh, paling sekitar dua minggu jadi tidak terlalu sulit untuk kembali menemukan ritme."
"Dia menilai lawan sama seperti pemain asal Jepang lainnya. Permainannya begitu tipikal.
Saya pernah ketemu Manami tiga tahun lalu, memang pola permainan dia agak panjang-panjang dan seperti tunggal putri Jepang pada umumnya, dia kuat juga, " ujarnya.
"Di gim pertama saya cukup menguasai dan mengontrol dia. Di gim kedua, sisi saya jarang out bolanya jadi dia tadi pas 15 poin ke atas baru melakukan banyak rally. Cukup kesulitan juga dan akhirnya dia cukup banyak dapat poin.
"Saya pengen bisa lebih improve lagi daripada tahun kemarin. Bermainnya terus lebih pengen konsisten dalam menggunakan strategi."