JAKARTA,Sportszone.id - Harry Kane menganggap kekalahan 1-3 Bayern Munchen dari Arsenal sebagai hal yang biasa. Maka itu, dia meminta rekan-rekannya tidak panik.
Tim Mikel Arteta meraih lima kemenangan dari lima pertandingan di Liga Champions dan unggul tiga poin di puncak klasemen Eropa berkat gol-gol dari Jurriën Timber, Noni Madueke, dan Gabriel Martinelli, sementara pemain muda Lennart Karl mencetak gol untuk sang pemuncak klasemen Bundesliga.
Bayern selalu tak terkalahkan di setiap pertandingan musim ini sebelum kunjungan mereka ke Emirates, termasuk kemenangan tandang Liga Champions atas juara Eropa Paris Saint-Germain awal bulan ini.
Namun dengan berakhirnya rekor tak terkalahkan mereka, Kane mengatakan Bayern tidak akan terpuruk oleh kekalahan ini.
BACA JUGA:Peringatan Declan Rice Usai Arsenal Sikat Bayern Munchen di Liga Champions
"Ini kekalahan pertama kami musim ini dan kami tidak ingin terlalu panik," ujar Kane kepada TNT Sports. "Tapi kami pasti akan mempelajarinya."
"Mereka memenangkan bola pertama dan kedua. Bola mati, kami tahu mereka akan berbahaya, tapi saya yakin kami akan bertemu mereka [Arsenal] lagi di babak selanjutnya Liga Champions.
"Mereka bertahan satu lawan satu hampir di seluruh lapangan. Seperti yang saya katakan, saya rasa ini bukan saatnya untuk panik. Kami telah bermain tandang melawan Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Arsenal. Kami telah memenangkan sebagian besar pertandingan kami."
Kapten Inggris Kane menambahkan bahwa Bayern kalah karena mereka gagal mengatasi intensitas Arsenal di babak kedua.
BACA JUGA:Reaksi Mengejutkan Arne Slot Usai Liverpool Kalah Telak 1-4 dari PSV
"Itu adalah pertandingan yang sulit, seperti yang kami perkirakan," ujarnya. "Pertarungan di babak pertama berjalan apik dan cukup berimbang.
"Di babak kedua, energi atau intensitas kami tidak sama dan kami kalah dalam banyak duel."
Ogah Terima Pujian
Pelatih Arsenal, Arteta, mengatakan para pemainnya telah mengalahkan "tim terbaik di Eropa" dengan meraih kemenangan melawan Bayern.
Namun, pelatih Bayern, Vincent Kompany, menepis pujian tersebut dan mengatakan masih terlalu dini untuk disebut sebagai tim terbaik di kompetisi ini.