JAKARTA Sportszone.id - Dalam tentang satu hari, dinamika soal pelatih Timnas Indonesia terus bergulir. PSSI sebelumnya menegaskan ogah sebut nama calon pelatih baru Timnas Indonesia.
Tapi faktanya, mantan pelatih timnas Uzbekistan Timur Kapadze malah datang ke Indonesia, Jumat 21 November 2025. Dia pun memberi sinyal bisa saja berjumpa wakil PSSI.
.Kapadze mengaku pernah dihubungi oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji untuk melatih Indonesia, namun pembicaraannya dengan Sumardji masih berkutat pada hal-hal umum dan belum mengarah kepada tawaran serius.
"Jadi, memang pernah ada kontak dengan federasi, saya berbicara dengan Sumardji. Tapi, tidak konkret. Pertanyaannya itu apakah ada keinginan. Jadi, saya langsung mengatakan bahwa ada rencana kunjungan (ke Indonesia). Setelah kunjungan, bisa dibahas," ungkap Kapadze seperti dikutip Sportszone dari antara.
BACA JUGA:Bojan Hodak Komentari Kemenangan Tipis Persib Lawan Dewa United
Kapadze adalah pelatih yang ramai diperbincangkan akan mengisi kekosongan pelatih kepala tim Garuda setelah ditinggal Patrick Kluivert bulan lalu menyusul kegagalan pelatih asal Belanda itu dalam mengantarkan Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Ia saat ini sedang tak terikat kontrak dengan tim mana pun setelah menakhodai Uzbekistan sampai masuk putaran final Piala Dunia 2026, dengan dua seri dan dua kemenangan dari empat laga yang dipimpinnya pada babak kualifikasi putaran ketiga.
Setelah menyelesaikan tugas pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kapadze membawa negaranya menjuarai CAFA Nations Cup setelah mengalahkan Iran 1-0 dalam final pada September.
Sayang, tugasnya bersama tim Serigala Putih tak berlanjut setelah federasi sepak bola Uzbekistan menunjuk pelatih asal Italia Fabio Cannavaro sebagai nahkoda tim selama putaran final Piala Dunia 2026.
BACA JUGA:Hasil Super League: Gol Penalti Andrew Jung Bawa Persib Tekuk Dewa United
Kedatangan Cannavaro membuat Kapadze digeser sebagai asisten pelatih, namun jabatan ini hanya berlangsung selama dua pertandingan, setelah dia memutuskan tak melanjutkannya pada 10 November.
Ogah Jadi Asisten
Pelatih Uzbekistan berdarah Georgia itu menjelaskan keputusannya itu berasal dari dirinya yang tidak ingin lagi menjadi asisten pelatih dan ingin tetap menjadi pelatih kepala untuk sebuah tim.
"Mereka mengajukan Fabio Cannavaro. Hal itu karena dia punya pengalaman, pernah juara lagi (sebagai pemain pada Piala Dunia 2006). Saya diminta menjadi pendamping atau asisten tim saat itu," kata pelatih berusia 44 tahun itu.
"Tapi, keputusan untuk hengkang itu datang dari saya sendiri. Saya tidak mau menjadi asisten, lebih baik melanjutkan karier sebagai pelatih di tim lain. Tapi, keputusannya itu rasional. Saya juga mendukung. Namun, saya tidak ingin menerima peran baru," tutup dia.